''Wanita Tiang Agama'', Adakah Haditsnya?

''Wanita Tiang Agama'', Adakah Haditsnya?

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam.  Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.


Calon Wakil Presiden No urut 01, Kiai Ma’ruf Amin menyebut bahwa wanita dalam pandangan Islam sebagai tiang agama. Sebabnya, lantaran perempuan memiliki peran yang sangat besar untuk keberlangsungan bangsa yang sangat religius.

"Dalam Islam, perempuan itu tiang agama. Artinya oerannya sangat besar untuk keberlangsungan suatu bangsa. Jangan mengganggap remeh perempuan.” katanya.

Pernyataan Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menjadi perhatian warganet. Banyak pegiat sosial media menilai janggal pernyataan Kiai kelahiran Tangerang, 11 Maret 1943. 

“Ampun si Mbah... Blunder lagi... Yg tiang agama itu sholat Mbah... Kalau wanita, tiang negara." Nana @ronavioleta.

“Kok sekelas keilmuan Kyai Ma'ruf Amin bisa blunder hal yg basic gini ya? Memang benar beliau salah ucap, lupa, atau mencari justifikasi pembenaran utk keuntungan diri sendiri? " Balack Pearl @dyno_yudhistira.

"Semakin terpuruk akal sehatnya,,,yai, awlnya kau dibutakan nafsu duniawi,, dan kini kau semakin dibutakan dr segala kebenaran ilmumu Kasihan sekali." Endi_muchtar @muchtar_endi.

"Kasihan pak yai, sdh sepuh & uzur diperalat scr politik & direndahkan. Semoga segera tobat pak yai." den_Bagus @_denBagus.

Shalat Tiang Agama

Hadits shahih menyebutkan bahwa tiang agama adalah shalat.  Siapa menegakkan shalat ini sungguh dia telah menegakkan dien. Sebaliknya, siapa meninggalkan shalat maka ia menghancurkan dien (agama). Dan yang dimaksud shalat di sini adalah shalat fardhu.

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

رَأْسُ الْأَمْرِ الإِسْلَامُ ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلَاةُ ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Pokok urusan adalah Islam. Tiang Islam adalah shalat. Puncak amalnya adalah jihad.” (HR. Al-Tirmidzi, Dishahihkan Syaikh Al-Albani di Shahih al-Tirmidzi no. 2110)

Tiang adalah menyangga dan menegak suatu bangunan. Biasanya, suatu bangunan tidak akan tegak berdiri tanpanya. Jadi, shalat sebagai tiang agama itu menjadi penopang dan penyangga tegaknya agama.

Ungkapan ini sebagai tamsil untuk menerangkan betapa kuat dan kokohnya posisi shalat dalam Islam, ibarat tiang bagi sebuah bangunan. Bangunan apalagi dia tinggi, haruslah memiliki tiang, jika tidak, bangunan itu akan runtuh. Jadi Syahadat yang diucapkan seseorang tidak cukup untuk menjaga keislamannya, akan tetapi harus ditopang oleh shalat. Shalatlah yang akan menjadi penghubung antara hamba dengan Rabb-nya.

Adapun wanita tidak pernah disebut sebagai tiang agama. Sebagian kalimat hikmah menyebutkan, wanita itu tiang negara.

النساء عماد البلاد اذا صلحت صلح البلاد وإذا فسدت فسد البلاد

 “Wanita adalah tiang negara. Apabila wanitanya baik maka baik pula negara. Apabila wanitanya rusak maka akan rusak pula negara.”

Dalam ungkapan lain,

المرأة عماد المجتمع

“Wanita adalah tiang masyarakat.” Kami belum temukan keterangan ini sebagai hadits. Wallahu A’lam. [www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel