Bawaslu Jabar Nyatakan Tiga Emak-emak yang Dituduh Kampanye Hitam tidak Bersalah

Bawaslu Jabar Nyatakan Tiga Emak-emak yang Dituduh Kampanye Hitam tidak Bersalah

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyatakan tiga emak-emak yang diamankan aparat kepolisian, karena diduga lakukan kampanye hitam yang menyudutkan pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin, tidak bersalah.


Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah menjelaskan, dari hasil kajian Bawaslu Jawa Barat dan Karawang, ketiga emak-emak itu tidak melanggar Pasal 280 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 7/2007 tentang Pemilu.

“Kasus ini sudah ditangani Bawaslu Karawang, dari hasil kajian dengan Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) di Karawang, para pihak ini ternyata bukan tim pelaksana kampanye,” ujar Abdullah di Bandung Jawa Barat, Selasa, 26 Februari 2019, seperti dilnsir Viva.co.id.

Dengan demikian, Abdullah memastikan, Bawaslu tidak bisa mengusut tuntas terkait kampanye hitam tersebut.

“Lalu juga tidak dikaitkan dengan unsur pelanggaran yang dilakukan. Dalam kaitan itu, Bawaslu Karawang dan tim Gakkumdu menyimpulkan bahwa kasus ini tidak bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut dia, bukti penguat bahwa mereka tidak bersalah karena bukan bagian dari tim pemenangan.

“Mereka bukan tim pelaksana kampanye yang bisa dikaitkan dengan penyampaian materi yang dilarang, juga unsur kampanye tidak terpenuhi. Oleh karena itu, penerapan pasal 280 pun tidak bisa diterapkan,” katanya.

Sebelumnya, tiga perempuan asal Kabupaten Karawang diamankan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat terkait peredaran video kampanye hitam yang menyudutkan pasangan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin. Tiga perempuan itu di antaranya Desa Wancimekar berinisial ES, warga Desa Wancimekar berinisial IP, warga Perumnas Bumi Telukjambe berinisial CW.

“Ketiga perempuan tersebut berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Trunoyudo di Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa unda saat kampanye door to door. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. [www.tribunislam.com]

Sumber : pikiranumat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel