Ustaz Shobri Lubis: Kiai Ma'ruf Harusnya Tidak Perlu Menyesal telah Bikin Ahok Dipenjara

Ustaz Shobri Lubis: Kiai Ma'ruf Harusnya Tidak Perlu Menyesal telah Bikin Ahok Dipenjara

Pernyataan penyesalan dan permintaan maaf KH Ma'ruf Amin (KMA) telah menjadi saksi yang memberatkan si penista agama Ahok masuk penjara, juga disesalkan oleh ketua umum Front Pembela Islam (FPI) ustaz Shobri Lubis.


Menurut ustaz Shobri Lubis, apa yang sudah dilakukan oleh KMA selama ini yang kemudian membuat si penista agama Ahok masuk penjara, merupakan langkah yang sudah benar dan seharusnya tidak ada kata penyesalan ataupun permintaan maaf dari KMA.

"Terkait permintaan maaf dan penyesalan kiai Ma'ruf, saya menyesalkan. Menyesalkan adanya permintaan maaf dan penyesalan itu. Untuk apa disesali dan untuk apa minta maaf, toh tidak ada yang salah," ujar ustaz Shobri kepada voa-islam.com di sela-sela acara Malam 212 Award beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sebagai pihak yang terdepan mendesak Ahok dipenjara, ustaz Shobri Lubis menilai pernyataan penyesalan dan permintaan maaf KMA karena telah membuat si penista agama Ahok dipenjara, justru membuat langkah yang dilakukan KMA terkesan menjadi salah.

"Tadi nya sudah di jalan yang benar sekarang justru dia minta maaf, ternyata jadi perbuatannya kyai Ma'ruf selama ini kesannya jadi salah," ungkap ustaz Shobri.

Lebih lanjut, ustaz Shobri meyakini apa yang dilakukan KMA dengan menyatakan penyesalan dan meminta maaf terhadap si penista agama Ahok lebih karena urusan kepentingan politik saja. Dan beliau berharap hal tersebut tidak betul-betul keluar dari hatinya yang paling dalam.

Seperti yang kita ketahui, dalam sebuah potongan video yang sedang viral di media sosial, Kiai Ma'ruf Amin menyatakan bahwa dirinya menyesal telah menjadi saksi persidangan yang akhirnya menyebabkan penista agama Ahok masuk penjara.

Dalam video berdurasi 48 detik tersebut, Kiai Ma'ruf ditanya oleh seorang host apakah dirinya menyesal menjadi saksi yang memberatkan Ahok masuk penjara. Dengan tegas Kiai Ma'ruf menjawab bahwa dirinya menyesal dan menegaskan bahwa dirinya terpaksa harus melakukan hal itu.[www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel