Tak Di Sangka. Ini Respon Prof Suteki Terhadap Penyesalan KH Ma'ruf Memberatkan Kasus Ahok

Tak Di Sangka. Ini Respon Prof Suteki Terhadap Penyesalan KH Ma'ruf Memberatkan Kasus Ahok

Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum merespon ucapan Ma’ruf Amin yang mengatakan penyesalannya bahwa kesaksiannya dalam persidangan Ahok membuat terpidana kasus penista agama itu dipenjara.


Diketahui Prof. Suteki juga merupakan saksi, namun dalam persidangan gugatan HTI terhadap PERPPU Ormas yang membuat organisasi tersebut dicabut badan hukum keormasannya. Akibat dari persaksian itu Prof Suteki dipecat dari 3 jabatan akademiknya.

Prof Suteki merupakan guru besar Pancasila di UNDIP Semarang. Selama lebih 30 tahun ia mendidik ribuan mahasiswa agar paham Pancasila, namun serta merta dianggap melawan Pancasila gara-gara kesaksiannya yang ia pertanggungjawabkan secara ilmiah lebih membela HTI.

Inilah status yang ditulis Prof Suteki di laman Facebooknya.
.
Kalau Mbah KH Ma'ruf Amin merasa MENYESAL jadi SAKSI KASUS AHOK, beda dengan saya.

Demi keilmuan yang saya miliki, HAM berserikat dan kejayaan Islam di negeri ini sebagai RAHMATAN LIL 'ALAMIN, saya tidak pernah menyesal menjadi AHLI DI MK (soal gugat PERPPU ORMAS) dan AHLI di PTUN JAKARTA TIMUR (soal gugatan pencabutan Badan Hukum HTI), meski kini saya harus menanggung akibatnya diberhentikan sementara dari 3 jabatan di tempat kerja saya.

Sebagai pembelajaran bagi anak cucu dan penerus saya di dunia akademik bahwa ILMUWAN TIDAK GENTAR DIPERSEKUSI karena mempertahankan LOGIKA BERPIKIR DAN LOGIKA HUKUM. Tugas universitas adalah merohanikan ilmu sehingga seharusnya selalu SEARCHING THE TRUTH, NOTHING BUT TRUTH. Kegigihan ini tidak bisa lalu disematkan bahwa sayalah orang yg antiPancasila, anti Kebhinekaan, intoleran apalagi anti NKRI. Terlalu naive, menuduh seperti itu.

Mbah KH Ma'ruf Amin, punya pilihan hidup sendiri, biarkan pula saya memiliki pilihan sendiri. Mana yang benar? Tentu ini debateable, tergantung koordinat Anda di mana.[www.tribunislam.com]

Sumber : portal-umat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel