Ma’ruf Amin Tegaskan Yang Masih Percaya Hoaks “Jokowi Rezim Anti Islam” Berarti Oon ‘Buyan’/Bodoh, Jokowi Peduli Islam Buktinya Saya dijadikan Wakilnya

Ma’ruf Amin Tegaskan Yang Masih Percaya Hoaks “Jokowi Rezim Anti Islam” Berarti Oon ‘Buyan’/Bodoh, Jokowi Peduli Islam Buktinya Saya dijadikan Wakilnya

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengunjungi Kota Palembang untuk meresmikan posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (10/1).

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf mengingatkan relawan dan masyarakat Sumsel agar tidak mudah termakan atau percaya isu yang tidak benar atau hoax yang menjamur saat ini.

Salah satunya yaitu Jokowi dituduh sebagai orang yang anti-Islam. “Yang masih percaya dengan hoaks berarti oon, yang masih percaya dengan hoaks berarti ‘buyan’ (bodoh, bahasa Palembang),” kata Maruf di sela pidatonya di Posko TKD Sumsel, Kamis (10/1).

Dirinya menerangkan, Jokowi sudah jelas orang yang peduli Islam. Contohnya, seperti mengajak dirinya sebagai wakil presiden pada Pilpres 2019. Ma’ruf menegaskan, selain dirinya, banyak calon lain yang diusung. Baik dari profesional, partai, dan lain sebagainya. Namun, Jokowi memutuskan memilih dirinya.

Ia menerangkan, apa yang dilakukan Jokowi termasuk menghargai jasa para santri. Katanya, sudah hampir 70 tahun banyak orang tidak mengingat jasa para santri. Padahal, jasa santri Indonesia berhasil terselamatkan dari para penjajah.

Para pendahulu santri, lanjutnya, menginspirasikan jihad untuk membasmi para penjajah sebelum terjadinya peperangan pada 10 November. “Nah karena itu ditetapkan hari pahlawan pada tanggal tersebut. Namun, tidak ada yang mengingat jasa para santri. Barulah di zaman Jokowi ditetapkan sebagai hari santri untuk mengingatkan jasa para santri yang menginspirasi 10 November,” paparnya.

Dengan upaya ini, terang Ma’ruf, tentunya dapat dilihat kecintaannya terhadap Islam. Sedangkan, isu yang berkembang justru membenci Islam. “Kok dibilang benci Islam? Ke mana pikiran ente? Ente sudah berbuat apa untuk Islam?” tanyanya.

Dirinya menambahkan, selain dituduh sebagai orang yang membenci Islam, Jokowi juga dituduh orang PKI. Padahal, di zaman PKI, usia Jokowi masih empat tahun. Apa ada PKI yang kecil? Ini tentunya sangat hoaks.

Kini, penebar hoaks Jokowi sebagai PKI yaitu La Nyalla telah meminta maaf kepada dirinya dan berjanji tidak akan memberikan kabar hoaks lagi. “Nah, pembuat hoaks saja mau tobat, masa yang lain masih percaya hoaks tersebut?” ujarnya.

Dirinya pun meyakini, di Sumsel tidak ada orang yang oon atau buyan. Karena itu, ia yakin mampu mendapatkan suara yang tinggi dalam pilpres pada April mendatang. “Kami yakin dapat menang di Sumsel, tapi memang butuh kerja keras untuk mewujudkannya,” tutupnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : pembelaislam.com, jawapos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel