FGD Sebut Ini Bukti Jokowi Terjebak Desain Sistematis Ulama PA 212


Direktur Strategi dan Analisis Data Lembaga Politik Indonesia (L-API) Fadlin Guru Don (FGD) menilai capres Petahana Jokowi terkena jebakan dari Ijtimak Ulama yang seakan-akan serius mendorong Ustaz Abdul Somad atau Salim Segaf sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto.


Menurut Fadlin, ada semacam desain yang sangat sistematis dari kelompok Ulama PA 212 dan GNPF Ulama yang seakan-akan serius mendorong Ustaz Abdul Somad atau Salim Segaf sebagai cawapres Prabowo atas Ijtimak Ulama.

“Semua itu dilakukan agar membuat Jokowi memilih wakilnya dari kubu ulama juga, dengan begitu kedua pasangan saling merebut suara umat Islam,” kata Fadlin di Jakarta, Senin (13/8).

Fadlin yang juga Dosen Universitas Mercua Buana ini mengatakan strategi para ulama PA 212 agar Jokowi memilih ulama sebagai cawapres sudah terbukti yakni dipilihnya KH Ma’ruf Amin.

Strategi tersebut, kata Fadlin, telah dibuktikan oleh video Ustaz Haikal Hasan yang saat sekarang sedang viral yang menyatakan bahwa Ijtimak itu sengaja diembuskan dan sebagai alat menggertak Prabowo akan ditinggalkan Ulama dan umat bila tidak memilih cawapres dari kalangan Ulama.

“Buktinya jelas, coba tonton videonya Ustaz Haikal Hassan, Ulama PA 212 sengaja melempar isu meninggalkan Prabowo jika tidak memilih wakilnya dari Ijtimak Ulama, dengan harapan bahwa kubu Jokowi akan menggandeng ulama sehingga Jokowi berpikir semua ulama akan mendukung dia, setelah itu Ulama PA 212 akan menyuruh Prabowo memilih Cawapres di luar ulama,” beber Fadlin.

Pria kelahiran Donggo, NTB ini juga mengungkapkan Sandiga Uno sengaja menjadi kunci rahasia yang tidak dimunculkan terlebih dahulu agar pihak lawan tidak membaca strategi yang sedang dimainkan.

“Sandiaga Uno itu kunci rahasianya Ulama dan Prabowo, mereka sengaja tidak munculkan untuk menghindari pembacaan pihak lawan. Kita pasti tahu bahwa sebelum mengumumkan Cawapresnya, Prabowo meminta restu kepada Habib Rizieq Shihab lewat telepon,” urainya

Menurut Fadlin, strategi ini dianggap benar karena HRS sudah mengumumkan untuk menggelar Ijtimak Ulama II dengan tujuan agar Ulama dan umat Islam tetap satu komando dalam mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Menurutnya semua keputusan ini tidak lepas dari strategi jitu untuk menjebak lawan.

Diberitakan sebelumnya, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 belum memasuki masa kampanye, namun kedua kubu dari masing-masing koalisi sudah bertarung sebelum waktunya. Baru-baru ini Wasekjen PAN Erwin Izharrudin pernyataan soal Jokowi terkena “Jebakan Batman” menuai tanggapan.

Direktur Strategi dan Analisis Data Lembaga Politik Indonesia (L-API) Fadlin Guru Don (FGD) menganggap ucapan Erwin Izharrudin ada benarnya jika dianalisa dari beberapa fakta yang yang ada.

“Jika dianalisa dari beberapa fakta, pernyataan Erwin soal jebakan batman buat Jokowi ada benarnya,” kata Fadlin. [www.tribunislam.com]

Sumber : jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel