Undang "Ustadzah" Waria jadi Pembicara, NU Wanatawang Brebes Menuai Kritikan

Undang "Ustadzah" Waria jadi Pembicara, NU Wanatawang Brebes Menuai Kritikan
Satu lagi fenomena aneh terjadi dikalangan Umat Islam. Kali ini terjadi di kalangan salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, NU.

Beredar spanduk pengajian dengan tema Khaul Massal & Halal Bi Halal Dk. Pengilong Wanatawang "Asyike Dadi Wong NU," yang dilaksanakan pada 17 Juli 2016.



Hal yang menarik disini adalah, pembicara dalam khaul itu seorang transgender atau waria bernama Shuniyya Ruhama. Sebagai penghormatan, spanduk khaul itu menyebutkan bahwa Shuniyya adalah seorang ustadzah.

Sontak spanduk yang dishare oleh Fanpage NU Garis Lurus pada 11 Agustus 2016 itu ditanggapi oleh banyak pengguna Facebook. Pasalnya, Shunniya Ruhama adalah seorang transgender, dan warga NU Wanatawang - Brebes memanggilnya dengan sebutan ustadzah.

Hingga berita ini turun, foto spanduk Khaul NU itu sudah dibagi lebih dari 490 pengguna Facebook.

Siapa Shuniyya Rumaha?

Shuniyya adalah seorang pria alumni Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, jurusan sosial politik dengan predikat cum laude. Ia menyelesaikan bangku kuliah dalam waktu 3 tahun 40 hari. Setelah lulus dari SMA Negeri 4 Yogyakarta pada 2000, dia melanjutkan kuliah ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengambil jurusan sosiologi di Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Politik.

Ia dikenal sebagai sosok Transgender muda dengan banyak talenta hingga membuat orang-orang disekitarnya terkagum-kagum. Namun sayang, transgender yang ia lakukan juga membuat kontroversi orang-orang disekitarnya juga.

Kini, Shuniyya berpenampilan layaknya muslimah dengan memakai kerudung.[www.tribunislam.com]

Sumber : jurnalmuslim.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel