FPI Rilis Tulisan Bantahan Ceramah Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey "Haramnya Demonstrasi"

FPI Rilis Tulisan Bantahan Ceramah Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey "Haramnya Demonstrasi"
Melalui Fanpage resminya, FPI rilis tulisan bantahan ceramah ustadz Riyadh bin Badr Bajrey tentang haramnya demonstrasi pada tanggal 16 Agustus 2016.

Berikut tulisan lengkapnya:



***

Ustadz Wahhabi : Demo Haram, Pelakunya Sampah Masyarakat, Khawarij, Bughat, Halal Darahnya

Beredar sebuah video berdurasi 5,39 menit yang menayangkan suatu acara pengajian dengan penceramah seorang Ustadz bernama Riyadh Bajrey. Dalam sesi tanya jawab pada acara yang tampak dihadiri oleh sedikit Jamaah tersebut, Riyadh membuka selembar kertas berisi pertanyaan tentang apa hukumnya melakukan demonstrasi sebagaimana sering dilakukan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

Mengejutkan. Jawaban ustadz Wahhabi ini tanpa mengutip satu ayatpun dari Alqur'an, tanpa mengutip satu riwayatpun dari Hadits Nabi, ia langsung menyatakan Haram melakukan demonstrasi. Tak hanya berfatwa tanpa dasar yang jelas. Riyadh Bajrey juga menuduh Ormas Islam, Majelis Ta'lim, Ulama dan elemen umat Islam lainnya yang berdemo adalah kelompok yang busuk.

"HARAM. DEMI ALLAH, demonstrasi sama sekali tidak pernah ada ajarannya di dalam Syari'at Islam. Salah satu bukti konkret dalam kelompok Islam itu busuk ialah di saat mereka melakukan demo ." Ketus Riyadh Bajrey.

Dalih yang dikemukakan oleh Ustadz Wahhabiy yang mengaku sebagai lulusan Universitas Alazhar, Kairo, Mesir ini dalam pemgharaman demo adalah, seringkali aksi tersebut sering menemui kegagalan. Sebagaimana yang terjadi di Palestina, ribuan kali Umat Islam di berbagai belahan dunia berdemo menuntut kemerdekaan bagi negri Palestina, namun hingga saat ini Palestina masih terjajah oleh Israel.

"Ribuan kali demo untuk Palestina di berbagai belahan dunia, tetap saja Palestina dijajah Israel." Begitulah kata Riyadh dalam video yang menurut keterangan lokasi berada di Denpasar, Bali pada bulan November 2014 lalu.

Jika analogi ala Riyadh yang menyatakan Haramnya demo karena Palestina tak kunjung merdeka, berarti upaya pasukan HAMAS dan warga Palestina yang turun langsung berjihad melawan pasukan Zionis itu perbuatan yang jauh lebih haram. Karena jauh lebih banyak memakan korban, menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar, bahkan menelan jutaan nyawa tak berdosa.

Anehnya lagi, Riyadh ini hanya melihat sisi kegagalan dari upaya Umat Islam dan umumnya masyarakat Indonesia saat melakukan demo. Di sisi lain, ia menutup mata atas keberhasilan Umat Islam dalam menyuarakan aspirasi Umat dengan cara berdemo. Seperti keberhasilan menolak Lady Gaga, artis pemuja Iblis untuk menginjak Indonesia. Upaya menggagalkan kontes kemaksiatan 'Miss World' untuk digelar di Jakarta, serta keberhasilan Umat Islam di berbagai daerah dalam upaya menggoalkan Perda bernuansa Syari'at. Lantas apa yang telah diperbuat oleh Riyadh ini untuk memperjuangkan tegaknya Syari'at Islam di Indonesia ?

Tak cukup mengharamkan, Riyadh juga menghalalkan darah sesama Muslim yang kerap ikut berdemo dengan alasan bahwa mereka yang berdemo adalah sampah masyarakat, bughat atau pemberontak negara yang mesti ditumpas. Sebagaimana ciri khas ajaran Wahhabiy Takfiri yang senantiasa menghalalkan darah sesama Muslim karena berbeda Amaliyah furu'iyyah.

"Makanya sebenernya di Syari'at Islam, yang kaya begini nasehatin! Peringatkan ! Perintahkan bubar ! Karena apa ? Kalian mengganggu ketertiban dan masyarakat umum. Masih nggak mau bubar, peringatkan lagi, nggak mau tiga kali TUMPAHIN DARAHNYA ! Nih (demonstran) sampah masyarakat. Tumpahin darahnya biar cepet. Khowarij kok. Bughat (pemberontak negara)." Begitu kata Riyadh Bajrey.

Ini berarti, sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya Umat Islam termasuk Ormas Islam yang terdiri dari Ulama, Habaib, dan tokoh-tokoh Islam yang menurunkan massa, Ulama pimpinan Majelis Ta'lim beserta Jama'ahnya, Pengurus Partai Islam beserta kader dan simpatisannya, Kyai-kyai Pondok Pesantren beserta para santrinya yang juga kerap turun ke jalan berdemo memperjuangkan agama Islam, semua musuh negara, semua halal darahnya dan boleh dibunuh. Cuma Riyadh Bajrey dan kelompoknya yang mengharamkan demo yang bukan pemberontak.

Heyy Riyadh Bajrey....

Jika anda anti demo. Silakan ! Kami tidak akan memaksa anda untuk ikut bersama kami. Tapi jangan anda mengacak-acak persatuan Umat dengan berbagai macam argumen dangkal anda yang sarat adu domba.

jika anda lebih senang duduk di atas mimbar untuk Syiar Islam. Silakan ! Kami tidak akan mengganggu. Tapi ingat ! Jangan anda menebar kebencian dan menyebar fitnah kepada mereka para Ulama dan Umat Islam yang rela berjuang turun ke jalan. Panas kepanasan, hujan kehujanan demi kepentingan agama Allah SWT.

jika anda tidak senang dengan kami Umat Islam yang senantiasa melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak sesama Muslim, Silakan, kami tidak akan pernah memaksa anda untuk mengikuti kami. Tapi, jangan pulan jadi memprovokasi pemerintah agar melarang kami, membubarkan bahkan membunuh kami.

Demonstrasi adalah bentuk penyaluran aspirasi dan menyuarakan suara umat , bukan upaya Bughat/pemberontakan terhadap negara seperti tuduhan anda. Hati-hati anda kalau bicara !!! [www.tribunislam.com]

Baca juga:



Sumber : jurnalmuslim.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel